Yola Yuliana
3EA23
Tugas Softskill ke-3 Ekonomi Koperasi
Kontribusi
Koperasi dalam Membangun dan Memberdayakan Ekonomi Masyarakat
1. Membangun
dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya, dan masyarakat
pada umumnya, guna meningkatkan kesejahteraan sosial ekonominya
2. Memperkuat
kualitas sumber daya insani anggota, agar menjadi lebih amanah, professional (fathonah),
konsisten, dan konsekuen (istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip
ekonomi islam dan prinsip-prinsip syariah islam.
3. Berusaha
untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha
bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
4. Sebagai
mediator antara menyandang dana dengan penggunan dana, sehingga tercapai
optimalisasi pemanfaatan harta.
5. Menguatkan
kelompok-kelompok anggota, sehingga mampu bekerjasama melakukan kontrol
terhadap koperasi secara efektif
6. Mengembangkan
dan memperluas kesempatan kerja.
7. Menumbuhkan-kembangkan
usaha-usaha produktif anggota.
Hambatan
Koperasi dalam Menghadapi Persaingan Global
1. Hambatan
kelembagaan dan permodalan
Dikarenakan masih tradisionalnya
sistem manajemen yang digunakan, terlalu birokratis, kurang lincah dan
fleksibel, kualitas SDM rendah, serta akses terhadap sumber modal terbatas.
2. Hambatan
budaya
Budaya kerja keras dan disiplin
bangsa Indonesia (termasuk insan koperasi) yang masih jauh dari harapan.
Sementara globalisasi menghendaki adanya profesionalisme dalam melakukan usaha
sehingga dapat menghasilkan produk barang dan jasa yang berkualitas.
3. Hambatan
teknologi.
Teknologi yang kurang memadai
terhadap semakin majunya teknologi, dan fasilitas koperasi yang dipergunakan masih jauh dari harapan dari
zaman modern ini
Tantangan
Koperasi dalam Menghadapi Persaingan Global
1. Ketersediaan
dan kualitas infrastuktur masih kurang sehingga mempengaruhi kelancaran arus
barang dan jasa. Menurut Global Competitiveness Index (GCI) 2014,
kualitas infrastruktur kita masih tertinggal dibandingkan negara Singapura,
Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.
2. Tantangan
di Bidang Perdagangan Barang dan Jasa yaitu arus perdagangan bebas entah
itu barang maupun jasa akan memunculkan competition risk. Artinya, selain
menjadi negara pengekspor, Indonesia juga menjadi sasaran empuk eksportir dari
negara lain. Hal ini mengakibatkan munculnya produk-produk luar yang beragam
dalam jumlah banyak ke Indonesia.
3. Lemahnya
daya saing industri lokal, yang juga dikhawatirkan akan menggerus potensi
pengusaha lokal dan koperasi.
4. Lemahnya
Indonesia menghadapi serbuan impor, dan sekarang produk impor Tiongkok sudah
membanjiri Indonesia. Apabila hambatan-hambatan tadi tidak diatasi maka
dikhawatirkan MEA justru akan menjadi ancaman bagi koperasi maupun UMKM di
Indonesia.
5. Tantangan
di Bidang Investasi yaitu pada sektor ini, Indonesia terbilang memiliki
risiko yang sangat tinggi karena adanya exploitation risk.
6. Dituntut
untuk mampu bertahan di tengah krisis ekonomi global yang penuh
persaingan ini, sekaligus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka
lapangan pekerjaan, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kemakmuran serta
kesejahteraan rakyat.
Strategi
Koperasi dalam Menghadapi Persaingan Global
1. Strategi Pemberdayaan Koperasi
Mengkaji kisah sukses dari berbagai koperasi,
terutama koperasi di Indonesia, kiranya dapat disarikan beberapa faktor kunci
dalam pengembangan dan pemberdayaan koperasi yaitu antaralain:
Pemahaman pengurus dan anggota akan jati diri
koperasi (co-operative identity)
Dalam menjalankan usahanya, pengurus koperasi harus
mampu mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggotanya dan memenuhi kebutuhan
tersebut.
Kesungguhan
kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi. Disamping kerja keras,
figur pengurus koperasi hendaknya dipilih orang yang amanah, jujur serta
transparan.
Kegiatan (usaha) koperasi bersinergi dengan
aktifitas usaha anggotanya.
2. Kiprah dan Melebarkan Sayap Koperasi di Berbagai
Negara
Yaitu dengan cara kita mempromosikan koperasi dengan
Negara –negara lain paling tidak se ASEAN, dengan memberikan pengarahan dan
traing kepada para investor atau bisnismen tentang manfaat dan tujuan koperasi
itu sendiri. Lalu menjalin kerja sama di bidang koperasi.
3. Peran Pemerintah dan Masyarakat Indonesia
Koperasi tidak bisa maju dan berkembang lebih maju
dan pesat tanpa campur tangan atau peranan dari pemerintah dan masyarakat
Indonesia itu sendiri. Karena dengan adanya peranan pemerintah misalnya membantu
koperasi agar dipermudah unutk bersaing di pasar global
4. Mengembangkan Koperasi dengan Teknologi Informasi
Berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi
untuk mendukung kinerja koperasi, ada 2 (dua) masalah yang sering dialami
koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam. Pertama, masih sulitnya pengolahan
data-data anggota. Kedua, saat akan mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan),
dimana pengurus biasanya kerja lembur untuk membuat laporan pertanggungjawaban
kepada anggota. Teknologi informasi saat ini menjadi kebutuhan yang tidak bisa
diabaikan untuk berbagai kegiatan di koperasi.
Koperasi
Syariah
Koperasi syariah merupakan sebuah konversi dari
konvensional melalui pendekatan yang sesuai dengan peneladanan ekonomi yang
dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Dan dengan menggunakan
prinsip-prinsip syariah, memiliki aturan sama dengan koperasi umum.
Tujuan Koperasi Syariah
Meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya
dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian yang
berkeadilan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Landasan koperasi syariah :
1. Koperasi syariah berlandaskan syariah islam yaitu
al-quran dan assunnah dengan saling tolong menolong (ta’awun) dan saling
menguatkan (takaful);
2. Koperasi syariah berlandaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945;
3. Koperasi syariah berazaskan kekeluargaan.
2. Koperasi syariah berlandaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945;
3. Koperasi syariah berazaskan kekeluargaan.
Secara teknis koperasi syariah bisa dibilang sebagai
koperasi yang prinsip anggota dan kegiatannya berdasarkan syariah islam.
Sumber
:
majalah
koperasi.com