MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
Analisis Jurnal berjudul:
ANALISIS FLUKTUASI VALUTA
ASING RP/USD PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME EKSPOR DI SULAWESI UTARA
Kelompok 6 :
1. Rifqi Farhan (NPM : 15215974)
2. Sri Soundayah (NPM : 16215674)
3. Yola Yuliana (NPM : 17215276)
1. Perkembangan Ekspor Di Sulawesi Utara
Ekspor sektor migas
terdiri dari minyak bumi dan hasil minyak, LNG (Liquid Natural Gas), LPG (Liquid
Petroleum Gas) dan lain sebagainya. Sedangkan ekspor komoditas non migas
terpusat pada tiga kelompok yaitu barang manufaktur, komoditas pertanian dan
komoditas pertambangan. Yang termasuk kelompok barang manufaktur adalah
tekstil, kayu, produk kayu, kertas, produk elektronik, minyak kelapa sawit,
kerajinan tangan, dan produk kimia. Komoditas pertanian antara lain meliputi
hewan dan hasil hewan lainnya seperti ikan tuna, sapi, udang, tumbuhan seperti
: karet alam, coklat, lada, kopi, tembakau, cengkeh, rempah-rempah, kopra dan
lain sebagainya, sedangkan yang tergolong dalam komoditas pertambangan non
migas dalah tembaga, emas, timah, nikel, aluminium dan hasil tambang lainnya. Berikut adalah tabel volume
ekspor Non Migas Menurut Kelompok Barang di Sulawesi Utara (Ribu USD) :
Tahun
|
Volume Ekspor
|
2003
|
332.177
|
2004
|
506.390
|
2005
|
940.568
|
2006
|
620.589
|
2007
|
934.254
|
2008
|
782.485
|
2009
|
666.990
|
2010
|
609.400
|
2011
|
632.967
|
2012
|
920.578
|
2. Sistem keuangan
internasional
Kurs rupiah terhadap dollar AS
memainkan peranan penting dalam perdagangan internasional, karena kurs rupiah
terhadap dollar AS memungkinkan kita untuk membandingkan harga semua barang dan
jasa yang dihasilkan dari berbagai negara. Ekspor merupakan bagian penting
dalam perdagangan internasional. Indonesia sebagai negara yang banyak
mengekspor bahan baku industri mengalami dampak dari ketidakstabilan kurs ini,
yang dapat dilihat dari melonjaknya biaya produksi sehingga menyebabkan harga
barang-barang milik Indonesia mengalami peningkatan. Sulawesi Utara merupakan
salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki struktur ekspor non migas
diantaranya dengan beberapa komoditi andalannya berupa minyak kelapa, tepung
kelapa, kopra, arang tempurung, cengkih, vanili, dan sebagainya.
3.
Mata
uang asing
Menurut
Krugman dan Maurice (1994 : 73), Kurs adalah harga sebuah mata uang dari suatu
negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya. Menurut Salvator
(1996 : 163) menyatakan kurs atau nilai tukar adalah harga suatu mata uang
terhadap mata uang lainnya.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa Kurs atau
nilai tukar mata uang (exchange rate) adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda
sehingga mendapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut.. Dalam penelitian
ini digunakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Diukur dalam satuan rupiah.
Jenis
Valuta
|
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
USD
|
8.465
|
9.290
|
9.830
|
9.020
|
9.419
|
10.950
|
9.400
|
9.050
|
8.991
|
9.760
|
Dalam
tabel kurs tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2003 nilai kurs Rp/USD sebesar
Rp 8.465 dan mengalami depresiasi yang cukup tajam pada tahun 2008 yaitu
sebesar Rp 10.950 di bandingkan tahun 2004 – 2007. Sedangkan pada tahun 2009,
2010, dan 2011 terus mengalami apresiasi sebesar Rp 9.400 dan Rp 8.991 dan
kembali mengalami depresiasi pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp 9.760.
4.
Implikasi
bisnis akibat fluktuasi nilai tukar
Fluktuasi valuta asing dan ekspor
memegang peran penting dalam kegiatan perdagangan internasional. Jika terjadi
fluktuasi nilai tukar yang cukup lebar maka
dapat menyebaban suatu impliasi bisnis dimana
harga barang – barang ekspor tidak dapat diprediksikan sedangkan bagi setiap
negara ekspor akan menghasilkan devisa yang akan digunakan untuk membiayai
impor bahan baku dan barang modal yang diperlukan dalam proses produksi yang
akan membentuk nilai tambah.
Berdasarkan dari jurnal mengenai implikasi bisnis yang
disebabkan fluktuasi nilai tukar tersebut dapat kita ketahui bahwa
:
Ø Fluktuasi valuta asing menyebabkan harga barang ekspor
menjadi tidak menentu sehingga diharapkan pihak pemerintah dan dinas terkait
membuat kebijakan – kebijakan yang mampu meproteksi dampak negative fluktuasi
valuta asing tersebut terhadap eksportir dan importir dari Sulawesi Utara.
Ø Berdasarkan penelitian ini pemerintah dapat mampu
melihat potensi sumber daya alam yang ada di Sulawesi Utara yang dapat di
ekspor sehingga mampu menghasilkan devisa untuk Sulawesi Utara.
Ø Pemerintah, pengusaha dan semua pihak yang terkait harus
dapat mendiferensiasikan produk yang akan dieskpor dikarenakan kegiatan ekspor
yang dilakukan adalah mengeskpor bahan baku yang harganya lebih murah dan
kemudian mengimpor barang yang sudah jadi.
5. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan yang telah di analisis oleh kelompok kami
berdasarkan jurnal terkait, dapat kami simpulkan bahwa :
Ø Tingkat Fluktuasi Valas berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Volume Ekspor.
Hal ini ditunjukan oleh koefisien regresi tingkat fluktuasi valas yaitu sebesar
3.216825641 yang artinya setiap valas mengalami kenaikan sebesar 1% maka volume
ekspor akan naik sebesar 3.22%, ceteris paribus.
Ø Variasi dari perubahan tingkat kurs mempengaruhi perubahan volume
ekspor sebesar 47.17%. Sedangkan sisanya (52.83%) dijelaskan oleh
variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model seperti jumah uang
beredar, jumah produksi komoditi yang dikspor dan tingkat suku bunga.
Sumber :
Bakampung,T.F. (2013). ANALISIS FLUKTUASI VALUTA ASING
RP/USD PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME EKSPOR DI SULAWESI UTARA. Jurnal EMBA, Vol.1
No.3, 971-980.