Senin, 26 November 2018

Analis Jurnal Mata Kuliah Manajemen Pemasaran Global


MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
Analisis Jurnal berjudul:
ANALISIS FLUKTUASI VALUTA ASING RP/USD PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME EKSPOR DI SULAWESI UTARA
Kelompok 6 :
1.         Rifqi Farhan    (NPM : 15215974)
2.         Sri Soundayah (NPM : 16215674)
3.         Yola Yuliana   (NPM : 17215276)

   1.      Perkembangan Ekspor Di Sulawesi Utara
Ekspor sektor migas terdiri dari minyak bumi dan hasil minyak, LNG (Liquid Natural Gas), LPG (Liquid Petroleum Gas) dan lain sebagainya. Sedangkan ekspor komoditas non migas terpusat pada tiga kelompok yaitu barang manufaktur, komoditas pertanian dan komoditas pertambangan. Yang termasuk kelompok barang manufaktur adalah tekstil, kayu, produk kayu, kertas, produk elektronik, minyak kelapa sawit, kerajinan tangan, dan produk kimia. Komoditas pertanian antara lain meliputi hewan dan hasil hewan lainnya seperti ikan tuna, sapi, udang, tumbuhan seperti : karet alam, coklat, lada, kopi, tembakau, cengkeh, rempah-rempah, kopra dan lain sebagainya, sedangkan yang tergolong dalam komoditas pertambangan non migas dalah tembaga, emas, timah, nikel, aluminium dan hasil tambang lainnya. Berikut adalah tabel volume ekspor Non Migas Menurut Kelompok Barang di Sulawesi Utara (Ribu USD) :
Tahun
Volume Ekspor
2003
332.177
2004
506.390
2005
940.568
2006
620.589
2007
934.254
2008
782.485
2009
666.990
2010
609.400
2011
632.967
2012
920.578

   2.      Sistem keuangan internasional
Kurs rupiah terhadap dollar AS memainkan peranan penting dalam perdagangan internasional, karena kurs rupiah terhadap dollar AS memungkinkan kita untuk membandingkan harga semua barang dan jasa yang dihasilkan dari berbagai negara. Ekspor merupakan bagian penting dalam perdagangan internasional. Indonesia sebagai negara yang banyak mengekspor bahan baku industri mengalami dampak dari ketidakstabilan kurs ini, yang dapat dilihat dari melonjaknya biaya produksi sehingga menyebabkan harga barang-barang milik Indonesia mengalami peningkatan. Sulawesi Utara merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki struktur ekspor non migas diantaranya dengan beberapa komoditi andalannya berupa minyak kelapa, tepung kelapa, kopra, arang tempurung, cengkih, vanili, dan sebagainya.

   3.      Mata uang asing
Menurut Krugman dan Maurice (1994 : 73), Kurs adalah harga sebuah mata uang dari suatu negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya. Menurut Salvator (1996 : 163) menyatakan kurs atau nilai tukar adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Kurs atau nilai tukar mata uang (exchange rate) adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda sehingga mendapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut.. Dalam penelitian ini digunakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Diukur dalam satuan rupiah.
Jenis Valuta
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
USD
8.465
9.290
9.830
9.020
9.419
10.950
9.400
9.050
8.991
9.760

Dalam tabel kurs tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2003 nilai kurs Rp/USD sebesar Rp 8.465 dan mengalami depresiasi yang cukup tajam pada tahun 2008 yaitu sebesar Rp 10.950 di bandingkan tahun 2004 – 2007. Sedangkan pada tahun 2009, 2010, dan 2011 terus mengalami apresiasi sebesar Rp 9.400 dan Rp 8.991 dan kembali mengalami depresiasi pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp 9.760.

   4.      Implikasi bisnis akibat fluktuasi nilai tukar
Fluktuasi valuta asing dan ekspor memegang peran penting dalam kegiatan perdagangan internasional. Jika terjadi fluktuasi nilai tukar yang cukup lebar maka dapat menyebaban suatu impliasi bisnis dimana harga barang – barang ekspor tidak dapat diprediksikan sedangkan bagi setiap negara ekspor akan menghasilkan devisa yang akan digunakan untuk membiayai impor bahan baku dan barang modal yang diperlukan dalam proses produksi yang akan membentuk nilai tambah. Berdasarkan dari jurnal mengenai implikasi bisnis yang disebabkan fluktuasi nilai tukar tersebut dapat kita ketahui bahwa :
Ø Fluktuasi valuta asing menyebabkan harga barang ekspor menjadi tidak menentu sehingga diharapkan pihak pemerintah dan dinas terkait membuat kebijakan – kebijakan yang mampu meproteksi dampak negative fluktuasi valuta asing tersebut terhadap eksportir dan importir dari Sulawesi Utara.
Ø Berdasarkan penelitian ini pemerintah dapat mampu melihat potensi sumber daya alam yang ada di Sulawesi Utara yang dapat di ekspor sehingga mampu menghasilkan devisa untuk Sulawesi Utara.
Ø Pemerintah, pengusaha dan semua pihak yang terkait harus dapat mendiferensiasikan produk yang akan dieskpor dikarenakan kegiatan ekspor yang dilakukan adalah mengeskpor bahan baku yang harganya lebih murah dan kemudian mengimpor barang yang sudah jadi.
   5.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di analisis oleh kelompok kami berdasarkan jurnal terkait, dapat kami simpulkan bahwa :
Ø   Tingkat Fluktuasi Valas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Volume Ekspor. Hal ini ditunjukan oleh koefisien regresi tingkat fluktuasi valas yaitu sebesar 3.216825641 yang artinya setiap valas mengalami kenaikan sebesar 1% maka volume ekspor akan naik sebesar 3.22%, ceteris paribus.
Ø Variasi dari perubahan tingkat kurs mempengaruhi perubahan volume ekspor sebesar 47.17%. Sedangkan sisanya (52.83%) dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model seperti jumah uang beredar, jumah produksi komoditi yang dikspor dan tingkat suku bunga. 

Sumber : 
Bakampung,T.F. (2013). ANALISIS FLUKTUASI VALUTA ASING RP/USD PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME EKSPOR DI SULAWESI UTARA. Jurnal EMBA, Vol.1 No.3, 971-980.