ANALISIS
STUDI KASUS BERDASARKAN SAP MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
STUDY
KASUS:
PELUANG PRODUK NOKIA DALAM PASAR GLOBAL (2011)
PELUANG PRODUK NOKIA DALAM PASAR GLOBAL (2011)
SAP materi pertemuan ke
11 :
Mampu menjelaskan
pilihan strategi memasuki pasar global dan berekspansi
Hasil Analisis :
1.
Pasar Global
Pengertian
pemasaran global adalah pemasaran berskala seluas dunia Internasional yang
terbuka bagi seluruh pelaku usaha. (Basu Swasta : 2009). Pasar global mengalami perkembangan
yang pesat belakangan ini karena beberapa faktor, antara lain:
- Adanya beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga murah, misalnya China dan Taiwan
- Semakin banyak orang yang melakukan perjalanan antar negara yang secara langsung menjadi konsumen global
- Semakin banyaknya transportasi antar negara yang mempermudah distribusi produk
- Perdagangan dunia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia
Nokia Corporation adalah produsen
peralatan telekomunikasi terbesar di dunia serta merupakan perusahaan terbesar
di Finlandia. Kantor pusatnya berada di kota Espoo, Finlandia, dan perusahaan
ini paling dikenal lewat produk-produk telepon genggamnya. Nokia memproduksi
telepon genggam untuk seluruh pasar dan protokol utama, termasuk GSM, CDMA, dan
W-CDMA (UMTS).
Di awal tahun 1970 an, sebagai penanda awal
dari pertumbuhan pasar Nokia di segmen wireline dan microwave transmission. Di
awal tahun itu pula, Nokia mengeluarkan produk yang diberi label Nokia DX-200,
yang mana Nokia memperikirakan bahwa terjadi peralihan dari masa telegrap
menjadi era digital. Produk inilah yang menjadi titik balik perusahaan Nokia,
dari 3 cabang produksi menjadi fokus ke bidang telekomunikasi digital. Kemudian
pasar telepon seluler global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan
1990-an dan Nokia menjadi nomor satu. Target penjualan sebanyak 500 ribu unit
berhasil diraih pada 1994. Dengan tenaga kerja sebanyak 54 ribu orang, produk
Nokia terjual di 130 negara. Sekarang mungkin setiap orang tau telepon seluler
yang mudah dalam pengoperasiannya adalah NOKIA
Dimensi
utama dalam pemasaran global:
Segmentasi pasar global
Segmentasi
pasar menurut kotler dan Amstrong (2008) merupakan pembagian
pasar kedalam kelompok yang berbeda berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau
perilaku yang menuntut produk atau baruan pemasaran pemasaran yang berbeda.
Beberapa
variabel yang biasa digunakan untuk mensegmentasi pasar, adalah:
- Geografi, dengan membagi pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda-beda. Dalam halnya NOKIA Corp melakukan strategy dan segmentasi secara global. Nokia Corp mempunyai banyak anak perusahaan di berbagai negara. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dalam pelayanan akan permintaan produk di seluruh negara.
- Pendapatan, Nokia melakukan segemtasi kepada masyarakat yang telah memiliki pendapatan baik itu secara perseorangan mendapatkan pendapatan ataupun juga pemberian dari orang tua tersebut, biasanya diklasifikasikan menjadi ekslusif, mewah dan biasa (general)
- Psikografis, membagi konsumen manjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas sosial, gaya hidup. Dalam hal ini, Nokia melakukan all segment dengan membuat produk yang disesuaikan dengan berbagai jenis karakter. Seperti Nokia music expres bagi customer yang senang dengan musik.
- Perilaku, Nokia menciptakan produk yang dilengkapi dengan fitur dengan maksud untuk memenuhi keinginan dan produk dari masing – masing custumer yang berbeda sesuai dengan perilaku konsumennya.
2.
Usaha Patungan (Joint Venture)
Menurut
Peter Mahmud bahwa kontrak joint venture adalah “suatu kontrak atau perjanjian
antara dua perusahaan guna mendirikan suatu perusahaan baru. Perusahaan baru
inilah yang kemudian disebut sebagai perusahaan joint venture.
CIRI – CIRI JOINT VENTURE
- perusahaan baru yang didirikan oleh beberapa perusahaan lain secara bersama-sama,
- modalnya berupa saham yang disediakan oleh perusahaan pendiri dengan perbandingan tertentu
- kekuasaan dan hak suara didasarkan pada banyak saham masing-masing perusahaan pendiri
- kerjasama antara perusahaan domestik dan asing, dan
- resiko ditanggung secara bersama-sama.
Sejarah dari perusahaan ini dimulai
pada tahun 1865, ketika seorang insinyur bernama Fredrick Idestam mendirikian
sebuah pabrik penggilingan bubur kayu di selatan Finlandia dan memulai untuk
memproduksi kertas. Pabrik ini diberi nama Nokia, yang kemudian menjadi sukses
seiring dengan meningkatnya konsumsi akan kertas oleh masyarakat Finlandia.
Kemudian Idestam membangun kerjasama perdagangan internasional dan produknya di
ekspor pertama kali ke Rusia, UK dan Prancis. Kemudian pabrik ini mengadopsi
nama Nokia setelah kedua eksekutif perusahaan mengadakan kerjasama pada tahun
1920. Sedangkan pada tahun 1912 dibukalah sebuah pabrik yang memproduksi kabel
di pusat kota Helsinki, Finlandia. Akhirnya
pada 1967, ketiga perusahaan tadi (perusahaan galosh (karet sepatu), perusahaan
penggilingan bubur kayu dan perusahaan pembuat kabel) resmi menggunakan nama
Nokia, dibawah kepemimpinan Nokia Group.
3.
Strategi Perluasan Pasar
Strategi
yang digunakan adalah strategi merek dan produk
A.
Merek
Strategy
Merek menurut Kotler :
1.
Nama merek (brand name)
Merupakan
bagian dari merek yang dapat diucapkan yang terdiri dari kata, huruf atau
angka.
2.
Sponsor merek (Brand Sponsor)
Terdiri
dari pertanyaan menggunakan merek manufaktur atau merek pribadi. Peritel
menyukai merek pribadi karena membangun loyalitas terhadap peritel dan mendapat
keuntungan yang lebih baik.
3.
Brand Strategy:
menurut
Kotler dan Amstrong terdiri dari Line Extention, Brand Extention, Multi Brand
dan new brands.
MEREK
adalah nama atau symbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap dan
atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang
penjual.
Strategi
merek dari Nokia yaitu:
- Nokia menganut diversifikasi monolitik, dimana semua produk turunannya terkonsentrasi terhadap induk perusahaan, yaitu tetap menggunakan nama Nokia untuk semua produk turunannya. Pada awalnya, sebagai perusahaan telefon (mobile phone), Nokia membranding produknya dengan positioning "Connecting people". Tak tanggung – tanggung Nokia melakukan berbagai inovasi dan adaptasi terhadap softwarenya guna untuk menciptakan brand yang kuat di pasar
- Membangun hubungan pertemanan dan kepercayaan dengan sepenuh hati adalah hati Brand (merek) Nokia. Dan Dimensi manusia membuat brand (merek) secara perseorangan yang menyebabkan stategy positioning merek Nokia.
Produk
adalah elemen pertama dan penting dalam bauran pemasaran. Strategi produk
memerlukan pengambilan keputusan yang terkoordinasi sehubungan dengan jenis
produk, lini produk dan bauran produk. Produk nyata mencakup ciri, gaya,
tingkat kualitas, nama merk dan kemasan produk yang akan dijual.
Adanya
impact dari kehadiran internet dengan fitur yang variatif memaksa Nokia untuk
melakukan beberapa strategi untuk mengantisipasi dalam gempuran bisnis baru
yang mengubah media komunikasi menjadi lebih flat.
Strategy
yang digunakannya adalah :
1.
Melakukan Joint Venture dengan menerapkan menggabungkan / kerjasama perusahaan
dengan perusahaan media internet seperti Google Corp dan Facebook corp guna
untuk memperbanyak akses Nokia.
2.
Menambah beberapa fitur yang sesuai dengan trend internet yang sebagian besar
menjadi focus act dari customer tersebut.
Dalam
mempertahankan product life cyclenya Nokia juga terus melakukan berbagai
inovasi guna untuk menemukan produk baru yang sesuai dengan perkembangan zaman
yang memiliki criteria sebagai berikut :
•
Brand kuat baik dari segi asosiaso, equity dan atribut.
•
Loyalitas konsumen pada produk Nokia tersebut.
•
Harga produk yang terus di minimize namun kualitas yang maksimaze
•
Differented and Uniqe produk yang mengungguli competitor lainnya sehingga bisa
memberikan superior competitive advantage kepada para customernya.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar