SOFTSKILL
MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
(Meta Analisis Jurnal “Pengaruh Kurs, Harga, Dan PDB Terhadap
Impor Sapi Australia Ke Indonesia”)
Dibuat Oleh :
Kelompok 6 :
1.
Rifqi Farhan
2.
Sri Soundayah
3.
Yola Yuliana
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019
1.
Peneliti : I Made Dona Agus
A.A. Ketut Ayuningsasi
pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia
2. Judul :
“Pengaruh
Kurs, Harga, dan PDB Terhadap Impor Sapi Australia
Ke Indonesia”
Harga daging sapi (X2)
PDB sektor peternakan (X3)
Produk daging sapi merupakan
komoditas kedua setelah unggas (ayam potong). Kontribusi daging sapi terhadap
kebutuhan daging nasional sebesar 23% dan diperkirakan akan terus mengalami
peningkatan (Direktorat Jenderal Peternakan, 2009). Impor daging sapi Australia
ke Indonesia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dimana pertama, kurs dollar
karena impor merupakan aktivitas perdagangan internasional. Perdagangan
internasional juga dipengaruhi oleh nilai tukar yang secara tidak langsung akan
mempengaruhi permintaan dan penawaran terhadap mata uang asing (See Mekenzie,
1998 dalam Muhammadina et. al: 2011). Kemudian pasokan daging dari rumah
pemotongan daging sudah dibanderol dengan harga yang mahal. Harga merupakan
salah satu faktor pendukung dalam permintaan suatu barang. Kaitannya dengan
harga, kecenderungan untuk mengimpor akan terjadi apabila barang dan jasa
produksi luar negeri lebih baik mutunya serta harganya lebih murah dibandingkan
di dalam negeri (Herlambang, dkk 2001:267). Selain itu, impor sangat tergantung
pada PDB (Produk Domestik Bruto), karena PDB adalah satu sumber pembiayaan
impor. Pertumbuhan PDB sangat penting bagi perkembangan perekonomian suatu
negara, karena menunjukkan kemampuan suatu negara dalam melakukan perdagangan
internasional (Adlin, 2008)
7. Metode yang Digunakan :
Metode yang digunakan adalah
Kuantitatif, yang berupa angka-angka dan dapat dihitung, seperti kurs dollar
Amerika Serikat, harga daging sapi, produk domestik bruto sektor peternakan,
dan jumlah impor sapi Australia ke Indonesia. Sumber data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data sekunder, mengenai volume impor sapi Australia ke
Indonesia tahun 2010-2014. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat
Statistik, Bank Indonesia, dan literatur-literatur lain yang mendukung mengenai
obyek penelitian ini
Pada
peneletian ini menggunakan teknik analisis data dengan analisi regresi linear
berganda, dengan rumus persamaan regresi sebagai berikut:
Ŷ = α + β1X1+ β2X2+ β3X3
+ e………… (2)
Keterangan:
β = Koefisien Regresi
Ŷ = Impor Sapi (jutaan USD)
X1 = Kurs Dollar Amerika Serikat (Rp/USD)
X2 = Harga Daging Sapi Australia (USD/Pound)
X3 = Produk Domestik Bruto (PDB) Sektor
Peternakan (milliar rupiah)
e
= standard error
RLB :
v Uji Simultan (Uji F)
v Uji Simultan (Uji F)
Berdasarkan hasil
perhitungan uji F menunjukkan nilai dari uji F dalam penelitian sebesar 23,487
dengan signifikansi uji F sebesar 0,000<0,05 yang artinya model regresi ini
layak untuk digunakan.
Pengaruh kurs dollar Amerika Serikat, harga daging sapi Australia, dan PDB sektor peternakan terhadap impor sapi Australia
Dari
hasil pengujian diperoleh nilai t hitung sebesar-5,995, nilai koefisien regresi
variabel sebesar -301,364 dengan tingkat signifikansi uji t 0,000<0,05.
Hasil ini menunjukkan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Ini berarti
bahwa seluruh variabel bebas secara serempak berpengaruh signifikan terhadap
impor sapi Australia, sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima.
v Uji
Parsial (Uji T)
Pengaruh kurs dollar Amerika Serikat terhadap impor sapi Australia.
Pengaruh kurs dollar Amerika Serikat terhadap impor sapi Australia.
Dari
hasil pengujian diperoleh nilai t hitung variabel kurs dollar Amerika Serikat
sebesar -6,907, nilai koefisien regresi sebesar -0,070
dengan tingkat signifikansi uji t 0,000<0,05. Hasil ini menunjukkan
signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Ini berarti bahwa kurs dollar Amerika
Serikat secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap impor sapi
Australia, sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima.
Pengaruh harga daging
sapi Australia terhadap impor sapi Australia
Dari
hasil pengujian diperoleh nilai t hitung variabel harga sapi sebesar -2,586,
nilai koefisien regresi sebesar -0,723 dengan tingkat signifikansi uji t
0,020<0,05. Hasil ini menunjukkan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05.
Ini berarti bahwa harga daging sapi Australia secara parsial berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap impor sapi Australia, sehingga hipotesis ketiga
dalam penelitian ini diterima.
Pengaruh PDB sektor
peternakan terhadap impor sapi Australia
Dari
hasil pengujian diperoleh nilai t hitung variabel PDB sektor peternakan sebesar
4,802, nilai koefisien regresi sebesar 0,011 dengan tingkat signifikansi uji t
0,000<0,05. Hasil ini menunjukkan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05.
Ini berarti bahwa PDB sektor peternakan secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap impor sapi Australia, sehingga hipotesis keempat dalam
penelitian ini diterima.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar